ayat – ayat cinta bajakan

01Mar08

Bismillah…

 

Huff..malam2 dilab..pengennya ngelanjutin laporan KP dan ngerjain tugas Manajemen sains dan tugas Keamanan Komputer…tapi ah, blogging bentar d…😀

Oke…

ayat-ayat cinta

Ayat-Ayat Cinta…Hmmm….klo kita dah baca novel dari karya Habiburrahman El Shirazy ini, pasti banyak yang mengagumi isi dari novel tersebut.. jujur aja, saya sendiri belum sempat bacanya(blom sempat atau males..hehehe)..tapi setidaknya…sejak beberapa bulan beredar isu novel ini mw di layar lebarkan, saya antusias sekali menunggu film ini di-premier-kan dibioskop..😀

Tapi ada beberapa hal yang membuat saya kecewa…

Pada awalnya, saya senang bahwa di-share2an film dilab prog kampus ini, ada film Ayat-ayat cinta. Pengen bgt nonton..ya akhirnya, liat2 aj tapi g dari awal ampe abis, paling tak skip2 aj..soalnya rada males(kondisi pas g bawa hedset) kemudian, rame juga…ya uda..liat sekilas2 aj…

Tapi pas dah ngeliat2 gitu, koq rasanya ada yang aneh ya?? Ngerasa bersalah aj nonton film bajakan gitu…padahal klo film2 lainnya, rasanya seneng2 aj…g tau napa, pas nonton film ini, rasanya koq g enak…ngerasa kasian aj dengan yang buat ne film (mas hanung,red). Padahal klo ngeliat film barat atau indo lainnya, perasaan biasa2 aj…hmm, apa karna ini film yang bertemakan islam atau apa ya?? G tau d..g enak aj perasaannya..

Banyak yang suka, banyak juga yang sependapat dengan saya…ada yang nonton bareng dikos..ada yang nonton dilab juga…malah yang parah lagi, ada yang sengaja nonton bareng film bajakannya dan dikenakan tarif pula!!!! MasyaAllah…parah bgt ya negara kita…penghargaan buat hasil karya orang lain sebegitu gampangnya kita bajak..

Okelah klo film2 dari hollywood sana..mereka sudah sukses dan hampir mendominasi perfilman dunia, tapi kita yang sedang menjalani masa kemajuan didunia perfilman, masak tega membajak karya kita sendiri…????

Hmm….ya dikembalikan ke user(penonton.red)nya aj…kalo pengen nonton yang bener, ya dateng ke bioskop, trus nikmati d filmnya…tapi klo pengen hemat karna g ada duit, ya silahkan aj nonton yang bajakan… (tanggung dosa masing2 y…😀 )

Ya ini cman opini saya saja…anda2 silahkan menanggapinya masing-masing…😀



7 Responses to “ayat – ayat cinta bajakan”

  1. 1 aRuL

    jadi gimana nonton di bioskop kah?

  2. Jumat kemaren, kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) menjadi salah satu pembicara di Seminar yg diadakan di Graha qta tercinta.

    Beliau juga sempet curhat, cukup kecewa mengapa film yang masih hasil “kasaran”, belum melalui proses editing pada suara, gambar dan sebagainya ( yang waktu itu ditonton bareng sama MUI) kok bsa beredar lus di tanah air.
    Padahal, setelah ditonton bareng dgn MUI, film tersebut dilakukan berbagai proses dimana tujuannya untuk memperbaiki kualitas film itu sendiri.
    bagi temen2 yg udah nonton di bisokop tentu merasakan bedanya, film tersebut seolah bukan buatan dalam negeri, dari tingakat kejernihan suara, kehaulsan gambar dsb.
    makanya, tak heran jika pembuatannya mencapai Rp. 10 Milyar rupiah.

    sayang sekali jika qta juga ikut mendukung pembajakan, apalagi, film tersebut bernuansakan religi.
    nauzubillah.

  3. 3 Yusuf Afandi

    @ Arul, hmmm…rencananya gitu… tapi blom ada yang ngajak ne… :p

    @ dhanie, maka dari itu…saya juga prihatin dengan kondisi seperti ini…padahal biaya yang dikeluarkan untuk film ini tidak sedikit, kemudian bangsa kita juga sedang dalam jalur bagus untuk memperbaiki kualitas perfilman nya…masak g ada penghargaan buat film2 lokal???? (tetep..ini opini saya..😀 )

  4. 4 setya5785

    lah biasanya film interlokal juga dibabat abis tanpa pandang buluh di lab geto loh, apa bedanya dengan film ‘lokal’. kalo mau kasih penghargaan ga boleh beda2kan cuman karena film lokal dan bukan, yang luar juga kasih penghargaan donk ^_^ *yang kalo dibandingkan darimayoritas film lokal kebanyakan malah lebih banyak effort dan kualitas

    aku quote dari kalimat di post ucup
    “Okelah klo film2 dari hollywood sana..mereka sudah sukses dan hampir mendominasi perfilman dunia, tapi kita yang sedang menjalani masa kemajuan didunia perfilman, masak tega membajak karya kita sendiri…????”

    sorry cup, itu cuman alasan2 aja untuk membenarkan tindakan kita (aku juga termasuk yang sering liat film downloadan), seperti aku bilang sebelumnya, kalo mau reasonable, ga ada bedanya karya orang lain atau karya bangsa sendiri, yang namanya salah tetep salah bro.
    indo, or hollywood, kan cuman regional aja, yang bikin sama2 manusia, bajak sana bajak sini ga ada bedanya sama2 salah, trus kalo nonton dibilang ‘dosa’ ya sama2
    dosa kan😉 dan itu berlaku apapun isinya juga kan. baik flm tentang agama (yang aku bilang kalo AAC bukan film agama tapi memiliki background agama untuk pengembangan karakter), atau film bunuh2an macam rambo IV to ^_^

    @dhanika… ku agak kurang setuju dibilang film bernuansa religi, itu cuman lingkungan story aja kalo aku bilang (so ku juga ga setuju kalo ucup bilang nih film bertemakan islam, sekali lagi itu lingkungan dan background karakter). main topic film ini, sama seperti film indo kebanyakan…. lope dan lope melulu. tujuan dan moral yang dibawa nih pilm ga religi-nya deh.

    abis ngritik yang nulis, sekarang masalah filmnya aja deh.
    berikut ngutip kata temenku yang baca novelnya “agak kecewa abis nonton movienya, ko’ beda ama novelnya”
    gitu kata cewek Sosiologi Unair yang namanya tidak dapat disebutkan ^_^

    anyway…. film ini pnya pengaruh buruk ….. bikin pengen cepet2 merit ha5x

  5. Hmmm, film AAC ya? Kalo saya kok rada kecewa malahan waktu abis nonton film itu? Beda banget dengan apa yang ada di novelnya. Di situ menurut saya lebih ditonjolkan unsur romantismenya saja yang banyak diminati pasar film Indonesia saat ini. Bisa dibilang AAC sama dengan AADC yang dijilbabin, hehehe. Punten kalo ada yang nggak setuju, ini hanya pendapat saya saja…

  6. 6 Yusuf Afandi

    @Angga, saya blom nonton, blom juga baca novelnya(hihihi)… yang pertama saya denger ni film adalah sensasi dari peluncurannya..sampe2 bisa dibilang pergerakan yang baik semenjak AADC yang dlu pernah saya perankan(nicholas saputra..hahaha)…mengenai isi filmnya, mungkin disesuaikan dengan pasarnya…remaja…jadi sedikit ditonjolkan soso romantismenya…it’s just my opinion


  1. 1 Kalo bosen ngapain ??? Soma Bringer Indonesia « SeTH’s daily rants

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: